Rabu, 30 Maret 2016

Setiap Persoalan Tidak Semuanya menjadi Masalah.




Terkadang manusia sangat suka yang namanya membesar-besarkan….
Ibarat belum minum tapi sudah mabuk duluan, begitu juga dengan kita dalam menghadapi masalah. Sudah takut atau ribut duluan padahal belum tau inti dari sebuah masalahnya.
Rasa tenang dalam menjalani hidup ini sangat diperlukan karena itu sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh dan pikiran kita.
Masalah itu seperti Balon makin ditiup maka akan semakin Besar dan sampai batasnya akan Meletus .
Sama halnya dengan Persoalan, sekecil apapun persoalan kalau semakin dibesar-besarkan maka akan semakin Besar.
Tapi perlu diingat Sebesar apapun Persolan kalau tidak dipermasalahkan tidak akan naik tahtah jadi “MASALAH”.
Memang dalam Hidup kita tidak akan bisa menghindari yang namanya Persoalan/Masalah.
Tapi kita mempunyai pilihan untuk mengatur masalah-masalah yang kita hadapi.
Sama dengan Televisi, jika kita suka Menonton. Kita suka dengan Channel yang satu maka kita tidak akan menggantinya begitu juga dengan volumenya kita suka yang mana, Kecil atau Keras semua tergantung kita.
Jadi semuanya bukan tergantung masalahnya tapi semuanya tergantung kita untuk memutuskan mau memperlalukan masalah itu seperti apa?.
Dan perlu kita ketahui masalah itu sangat berarti maka layak kita Jaga karena semua persoalan tidak akan berdampak pada keburukan tapi ada kalanya berdampak pada Kebaikan.
Tetapi jika Masalah itu berdampak pada Kerugian dan keburukan bahkan sampai menyakitkan tetaplah Bersyukur. Karena kita sudah selangkah lebih maju dibandingkan dengan orang yang belum punya masalah.
Karena orang-orang yang tetap damai dan menikmati setiap masalah dan menemukan solusinya, apapun yang dikerjakan akan selalu mendapatkan hasil.

Persoalan sebesar apapun kalau tidak dipermasalahkan tidak akan Menjadi “MASALAH”.

Senin, 21 Maret 2016

Katakanlah MAAF untuk Kebaikan



Jika orang yang tulus padamu akan tetap bertahan meski hatinya  sengaja kau patahkan.
Salah perkataan itu akan kamu anggap biasa jika kita memang tulus. Walaupun kita disakiti, tapi kita lebih memilih untuk menyembuhkan luka tersebut dengan cara memaafkanya dan itulah yang disebut Ketulusan.
Atau kita lantas menangisinya??? Saya sarankan jarang lakukan itu Dear……
Memang, kepercayaan itu layaknya Cermin sekali ia Retak dan pecah tidak akan pernah diperbaiki lagi.
Tetapi apapun itu meminta maaf bukan berarti kita selalu salah dan orang lain benar. Melainkan lebih menghargai sebuah hubungan dibandingkan ego dan tentunya jangan kita menyesali apapun yang kita lakukan dengan keikhlasan hati akan selalu berarti.
Karena setiap pertemuan bukanlah sekedar kebetulan tetapi semua orang yang telah datang dikehidupan kita pasti ada Tujuannya, so…. Berbaik sangkalah.
Sebab bahagia tidak datang karena segalanya sempurna. Dan bukan kebahagiaan yang menyembuhkan sakit hati, tapi ketahuilah bahwasanya hanya kemampuan untuk bersabarlah yang bisa mematahkan rasa pedih.
Karena hati pembenci tidak pernah Damai dan pikiran pembenci tidak pernah Bersih.
Sebah hal tersulit didalam kehidupan ini adalah ketika kita tidak bisa melupakan sakit hati, menjaga rahasia, dan memamfaatkan waktu luang dengan baik.
Alangkah baiknya, jika kita bisa berdamai dengan diri sendiri, karena balas dendam tidak akan pernah menyelesaikan masalah.
Jadi hal terpenting adalah dalam sebuah hubungan, jika memang tidak bisa kembali seperti awalnya bertemu, jika kita bisa Memaafkan seseorang yang telah menyakiti  dan mengucapkan kata Maaf bukan berarti harus tetap bersama dia. Tapi sampaikanlah kata MAAF sebagai hadiah PERPISAHAAN untuknya.


Selasa, 15 Maret 2016

Anugerah Terindah Dalam Berbagi.



Memberi adalah ibadah, apalagi memberi  bagi orang yang membutuhkan.
Berada dalam kondisi dan situasi yang serba berkekurangan adalah hal yang tidak pernah kita impikan.
Kondisi dan keadaan yang kita alami sekarang ini yang tidak seindah yang dialami orang lain apakah kita menganggap itu sebuah Badai??
Ketika kita merasa lelah disaat kita mengalami kondisi yang serba kekurangn adalah Manusiawi, tetapi seberat apapun keadaan yang kita lalui bahkan kita merasa hidup ini kadang tidak memnentu yang mengharuskan kita harus berkata “Ya Tuhan Sampai Kapan kah aku Harus Begini??”
Mungkin jika di ibaratkan kita seakan berada di tengah laut yang badainya  sangat kuat. Disaat seperti itulah pengharapan kita seakan Sirna di hempas ombak tersebut.
Tapi percayalah, Badai akan berlalu jika kita selalu memgucap syukur dengan apa yang terjadi.
Manusia adalah mahluk sempurna yang ada di bumi.
Tuhan sangat tau kepada siapa dia memberi ujian, setiap masalah yang datang bukanlah karena Sang Pencipta membenci kita tetapi ketahuilah dia memberi masalah kepada kita itu artinya bahwa kita sangat dicintaiNya.
Berbahagialah bagi kita yang suka berbagi dan Mengucap Syukurlah bagi kita yang mampu menjalani setiap kekurangan dan masalah serta  menyikapinya dengan luarbiasa.
Dan Ketahuilah bahwa kita punya Sang Pencipta yang selalu setia menemani kita.

Kamis, 03 Maret 2016

Stay Positive Thinking


Kring, Kring, Kring….Hp saya berbunyi….
saya angkat dan terdengarlah suara yang  kedengaran  sangat sedih…
Tanpa ada basa-basi dan pertanyaan diapun langsung bercerita dengan masalahnya.
Begitu sedih, begitu layu kedengarannya… owh ada apakah???
Berat rasanya, seakan aku tak mampu lagi. Tak tau apa yang harus saya perbuat… bingung menjalani hidup ini, seakan aku tak bermamfaat dalam hidup ini,  itulah kata yang terucap darinya.
Kedengarannya sangat dilema, Miris dan makin bingung….
Tapi aku mencoba untuk menyenangkannya sedikit memberi pandangan/motivasi, dan diakhir pembicaraan dia mengatakan Terimakasih Sob engkau telah menguatkan ku.
Tidak lama kemudian ada teman satu kantor menawari satu buah Jeruk dan tentunya mau dong menerimanya. Kemudian jeruknya saya kupas dan bijinya saya kumpulin dan saya letakkan diatas meja kerja , bukan langsung membuang ke tempat sampah seperti yang biasa saya lakukan tapi kali ini berbeda. Saya terdiam sejenak dan menggunting-gunting selembar kertas kertas  sambil memandangi kulit dan biji Jeruk tersebut.
Dengan hanya tinggal kulit dan bijinya apakah ada mamfaatnya?? dan Itulah pernyataan yang timbul dalam hatiku saat itu.
Tiba-tiba ada seorang teman yang  berbicara, kulit jeruk sangat banyak loh mamfaatnya bagi kesehatan. Kemudian dia menjelaskannya berbagai mamfaat dari kulit jeruk tersebut.
Dan itu sangat menarik bagiku…
Kulit dan biji jeruk saja yang sudah kita pisah-pisahkan dari bentuk utuhnya masih bisa bermamfaat.
Kenapa manusia yang punya akal budi dan Mahluk Ciptaan Tuhan yang paling tinggi mudah menyatakan “Aku tidak berguna lagi”. Pastas bukan????
Seberat apapun masalah yang kita hadapi jangan pernah bilang aku tidak berguna, aku tidak ada mamfaatnya bagi orang lain. Karena semakin kita banyak mengeluarkan kata-kata yang lemah pada saat kita mengalami masalah disitulah kita akan semakin terpuruk.
Mengeluh, JANGAN!…… Meratapi, APALAGI!.
Selalu lah berpikiran positive dengan kehidupan yang kita jalani dan jangan lupa minta petunjukNYA.